PETUNJUK TEKNIS BULAN BUDAYA 2024
Bulan Mei (Bulan Budaya)
Roh Kudus Memampukan Gereja Bersaksi Tentang Keadilan
dan Damai Sejahtera dalam Budaya
|
Hari/tanggal |
Masa Raya dan tema |
Pembagian Etnis |
|
Minggu, 5 Mei 2024 |
Masa Raya : Minggu
ke-VI Paskah Kuasa Kebaikan mengatasi Kejahatan |
Etnis
Timor Amanatun dan Amanuban |
|
Kamis, 9 Mei 2024 |
Masa Raya: Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga Menjadi Saksi Kemuliaan
Yesus |
Etnis Helong |
|
Minggu, 12 Mei
2024 |
Masa Raya: Minggu Penantian Roh Kudus Tekun Berdoa |
Etnis Rote |
|
Minggu, 19 Mei 2024 |
Masa Raya: Pentakosta Bersaksi dalam Pimpinan
Roh Kudus |
Multi Etnis |
|
Senin, 20 Mei 2024 |
Masa Raya: Syukur Pentakosta Mewujudkan Syukur dengan Memberikan
Hulu Hasil |
Etnis Timor Amarasi |
|
Minggu, 26 Mei
2024 |
Masa Raya : Minggu Trinitas Menyaksikan Yesus sebagai
Sumber Hidup |
Etnis Sabu Raijua |
1. Tingkat kemajemukan
budaya etnik pada tiap jemaat GMIT bervariasi. Umumnya jemaat-jemaat di kota
lebih heterogen, terdiri dari berbagai etnis. Sedangkan jemaat-jemaat di daerah
pedalaman lebih bercorak homogen, didominasi etnis tertentu. Liturgi yang
disusun ini bersifat heterogen untuk melayani keseluruhan konteks GMIT yang
plural. Bagi jemaat yang homogen, bahan-bahan ini perlu diolah lagi agar tidak
dianggap asing dan membingungkan oleh jemaat setempat, dengan melihat pada
bacaan Alkitab dan temanya.
2. Ibadah kiranya tidak
menjadi ajang pertunjukkan (show) budaya, yang menonjolkan tampilan fisik atau
perform semata. Perlu membangun perjumpaan Injil dan budaya pada aspek nilai
dan keyakinan dasar untuk merawat kehidupan di
bawa Tema bulan budaya Roh Kudus Memampukan Gereja Bersaksi Tentang Keadilan
dan Damai Sejahtera dalam Budaya.
3. Semua unsur liturgi
perlu dipersiapkan melalui latihan yang baik sehingga dapat dilaksanakan dengan
baik pula. Hal ini dapat dilakukan dengan cara: teks liturgi diberikan kepada
yang bertugas untuk berlatih sendiri, lalu latihan bersama-sama secara parsial
(per bagian) dan juga latihan menyeluruh. Sedapat mungkin latihan dilakukan
tiga sampai empat kali sebelum ibadah.
4.
Berkaitan dengan penataan atribut ibadah, maka
perlu diperhatikan hal-hal berikut: Selama masa raya paskah, warna liturgi
putih, dengan simbol (stola) lambang bunga lily (putih).
Kenaikan Stola : Putih (Salib dan Mahkota Kemuliaan), Pentakosta dan Syukur pentakosta
Stola: Merah Lidah Api (Kuning) dan burung Merpati (Perak), dan Minggu Trinitas
Stola: Putih Lingkaran Segitiga/Triqutra atau Tiga Ekor Ikan (Merah)
5.
Simbol budaya yang dipakai
disesuaikan dengan tema setiap minggu dan memiliki nilai teologis, hindari
penggunaan atribut budaya yang tidak memiliki nilai teologis
6.
Jika menata ruang ibadah
sebaiknya tidak menampatkan artibut budaya di mimbar, meja sakramen, tempatkan
di posisi lain.
7.
Penggunaan simbol yang
sesuai dengan tema diperkuat dengan narasi, perlu kajian hermeneutik budaya.
8.
Tidak semua asesoris budaya dipasang sebagai
dekorasi, hanya yang terkait tema dan bacaan Alkitab dan yang tidak mengandung
kekerasan.
9.
Tidak menggantung simbol
budaya di mimbar, meja sakramen seperti gambar kepala kerbau, dan lain-lain sehingga menutupi atribut ibadah
gerejawi.
10. Nyanyian yang dipakai bisa disesuaikan dengan lagu KJ, PKJ, NKB,
DSL, Si Knino, dan lagu2 lain yang sesuai dengan teologi dan pengajaran GMIT.
11.
Tarian yang dipakai mesti
mendukung tema dan musik yang mengiringi bisa musik tradisional seperti gong,
tambur, sasando, dll dan dan jika mengunaan nyanyian mengiringi tarian harus nyanyian
rohani. Usahakan tarian yang tidak mengandung kekerasan.
12. Pelayan Firman Tuhan menggunakan pakaian
jabatan, tidak perlu memakai tambahan asesoris etnik.
13. Para presbiter dan petugas liturgi bisa
menggunakan busana dan asesoris etnik
14. Anggota jemaat dihimbau
agar menggunakan busana etnik, namun tidak dipakasakan
jika tidak ada.
15. Lagu-lagu yang sulit
untuk dinyanyikan dapat diganti dengan lagu-lagu lainnya yang sejajar
maksudnya.
16. Lagu-lagu yang ada dapat
disesuaikan/dilengkapi/diganti dengan menggunakan syair dari etnis yang
digunakan
17.
Atribut budaya atau
tarian daerah harus mewakili isi dan nilai yang mau diangkat dalam liturgi.
18. Dekorasi ruang kebaktian disesuaikan denga tema yang dinagkat dalam liturgi (tidak perlu semua hal dijadikan dekorasi).
Bahan Liturgi Cek Disini
C


EmoticonEmoticon